Museum NTB Matangkan Konsep Museum Sade

Mataram (Tumbuh News) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan rapat perumusan konsep tata ruang dan tata pamer Museum Sade sebagai bagian dari percepatan pembentukan museum.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut hasil rapat yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Moh. Faozal, pada Minggu (30/8).

“Ya, kami (museum) diminta untuk segera membuat konsep tata pamer Museum Sade,” ujar Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam dalam keterangannya, Mataram, Senin (31/8).

Nuralam mengatakan, konsep bangunan Museum Sade mengacu pada hasil kesepakatan dan usulan tim ahli arsitektur Universitas Mataram (Unram). Desain tersebut selanjutnya menjadi salah satu dasar bagi Museum NTB dalam menyusun konsep tata ruang dan tata pamer.

“Museum Sade didesain berdasarkan kesepakatan dari usulan tim ahli arsitek Unram. Nah kami di museum diminta untuk menyusun konsep tata pamer dari desain bangunan tersebut,” tuturnya.

Menurut dia, tata pamer Museum Sade diusulkan dengan menghadirkan narasi yang mampu menggambarkan perjalanan masyarakat Sade secara utuh.

“Jadi story line yang diinginkan itu menggambar kehidupan masyarakat Sade, dari masa lalu, peristiwa kebakaran, hingga proses bangkit kembali,” ujarnya.

Rapat tersebut membahas penyusunan konsep tata pamer Museum Desa Adat Sade yang akan menjadi bagian penting dalam merepresentasikan sejarah, budaya, kehidupan masyarakat, serta perjalanan Sade dari masa sebelum kebakaran hingga bangkit kembali.

Pamong Budaya Madya Museum NTB, Bunyamin, mengatakan konsep tata pamer museum Sade nantinya tidak hanya mendokumentasikan benda-benda budaya, tetapi juga menggambarkan adat istiadat, tradisi, kebiasaan, serta perjalanan kehidupan masyarakat Sade.

“Jadi, kami sudah mulai menyusun konsepnya. Dan judul besar yang kami ingin angkat adalah: Jejak Kehidupan Warisan dan Identitas Sade. Disini yang kita bagi dari tema besar itu ada beberapa subtema,” terangnya.

Ia mengatakan salah satu subtema yang diusulkan adalah “Jejak Leluhur Sade” yang mengangkat sejarah dan perjalanan masyarakat Sade. Selanjutnya, “Ruang dan Budaya Sasak” yang menggambarkan tradisi, ritual, upacara adat, serta kehidupan sosial masyarakat.

Subtema lainnya adalah “Warisan dalam Kehidupan” yang menampilkan berbagai benda budaya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, seperti peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, kesenian, naskah kuno, senjata, dan berbagai tinggalan budaya lainnya.

Sedangkan Subtema berikutnya mengangkat “Ketika Api Mengubah Sade”, yang menggambarkan peristiwa kebakaran, kondisi Sade setelah kejadian, serta berbagai upaya penanganan dan keterlibatan pemerintah maupun masyarakat dalam masa pascakebakaran.

Setelah itu, Lanjutnya, perjalanan Sade dapat dilanjutkan melalui subtema “Sade Bangkit Kembali”, yang menggambarkan proses masyarakat membangun kembali kehidupan dan rumah-rumah adat mereka dengan dukungan berbagai pihak.

“Jadi, kalau saya sendiri, ini dapat menggambarkan Sade sebelumnya, sebelum kebakaran, kemudian setelah kebakaran dan bangkit kembali,” ujarnya.

Bunyamin menambahkan, penyusunan konsep tersebut masih akan terus dimatangkan melalui pembahasan internal maupun koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ini dilakukan agar konsep tata pamer yang dihasilkan memiliki alur cerita yang kuat.

Dalam rangka mempercepat proses pembentukan Museum Sade, Museum NTB juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang diketuai oleh Kasubag TU Museum NTB, Lalu Wire.

Satgas tersebut akan menjadi bagian dari upaya percepatan koordinasi dan penyelesaian berbagai tahapan yang diperlukan dalam pembentukan Museum Sade.

Kontributor: Eko Saputra

Berita Terkait

Museum NTB Bawa Gagasan Museum Desa ke Panggung Komite Museum Dunia

Mataram (Tumbuh News) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa gagasan pengembangan museum desa melalui program Kotaku Museumku Kampungku Museumku ke panggung komite museum dunia dalam konferensi internasional ICOM…

Baca selengkapnya

Siswa di Gunung Piring, Diperkenalkan Museum Sejak Dini

Lombok Tengah (Tumbuh News) – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa edukasi sejarah dan budaya lokal ke SDN Batu Pedang, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, melalui program Museum Masuk…

Baca selengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Opini

Surat Ringan Tentang Reforma Agraria

  • By Suparman
  • September 23, 2026
  • 0
  • 166 views
Surat Ringan Tentang Reforma Agraria

Purbaya Hilang, Suahasil Terbilang

  • By Suparman
  • September 14, 2026
  • 0
  • 192 views
Purbaya Hilang, Suahasil Terbilang

Saran Ringan UU Politik “2029”

  • By Suparman
  • September 14, 2026
  • 0
  • 126 views
Saran Ringan UU Politik “2029”

Korupsi dan Revolusi Sosial

  • By Suparman
  • September 11, 2026
  • 0
  • 205 views
Korupsi dan Revolusi Sosial

Utang Pemerintah dan Surga Para Koruptor

Utang Pemerintah dan Surga Para Koruptor

Korupsi di Tengah Utang Pemerintah Meningkat

Korupsi di Tengah Utang Pemerintah Meningkat

KUHP Dibatalkan KUHAP dalam Kasus Gratifikasi DPRD NTB

KUHP Dibatalkan KUHAP dalam Kasus Gratifikasi DPRD NTB

Sejarah Awal Kemerdekaan Indonesia: Londo Ireng dan Peran Politik Amerika Serikat

Sejarah Awal Kemerdekaan Indonesia: Londo Ireng dan Peran Politik Amerika Serikat