Jakarta (Tumbuh News) – Purbaya Yudhi Sadewa mengakui perombakan pejabat Kementerian Keuangan yang dilakukan beberapa waktu lalu menjadi salah satu penyebab pemecatannya sebagai Menteri Keuangan.
Hal ini disampaikan Purbaya usai serah terima jabatan (sertijab) dengan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru, Suahasil Nazara.
“Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya,” ujar Purbaya usai sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9), dikutip dari Detik.
Purbaya menyebut reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Saat ditanya apakah ada berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya selama memimpin, Purbaya menyebut kebijakan tersebut berkaitan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Itu kan hak prerogatif presiden, kita ikuti saja. Kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden, aman lah itu,” tambah Purbaya.
Kendati begitu, ia telah memperkirakan pemecatan dirinya akan tiba. Namun, ia baru mengetahui saat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menghubunginya.
“Ya kita udah hitung-hitung, kira-kira fifty-fifty lah, tapi baru tahunya waktu itu,” jelasnya.
Purbaya juga membantah pemecatannya ini berkaitan dengan dividen Danantara. “Nggak ada,” tegasnya.
Menurut Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI), Hendrajit, ada beberapa kebijakan strategis Purbaya Yudhi Sadewa yang menjadi penyebab diganti dari Kabinet Prabowo Subianto, antara lain:
- Menolak IMF.
- Pengawasan pajak & bea cukai.
- Audit perusahaan sawit.
- Memutar Liquiditas Pasar (200T).
- Mendorong kas daerah mengendap agar diserap.
- Tindak penunggak pajak kelas kakap.
- Efisiensi dan pengalihan belanja Kementerian.
- Pemberantasan rokok ilegal.
- Percepatan implementasi sistem Core Tax.
- Pengalihan beban gaji PPPK ke APBN Pusat.
- Restrukturisasi dan Pengetatan Restitusi Pajak.
- Optimalisasi Transfer ke Daerah (TKD).





